Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan

Melalui kolaborasi ini, Heri Dono menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam empat karya perhiasan eksklusif berupa bros, pendant, anting, dan karya kinetik. Seluruh desain yang akan segera diluncurkan di tahun ini, mengadaptasi karakter visual yang selama ini hadir dalam lukisan dan instalasinya, dipadukan dengan ketelitian pengerjaan khas Adelle Jewellery.
Inspirasi koleksi berasal dari salah satu karya ikonik Heri Dono yang lahir menjelang era Reformasi pada 1996. Sosok bidadari yang terjebak dalam jaring menjadi metafora tentang kebebasan, harapan, dan gagasan yang kerap dibatasi ruang sosial maupun politik.
Kini, simbol tersebut diterjemahkan ke dalam berlian dan batu mulia, menghadirkan karya yang dapat dikenakan tanpa kehilangan makna artistiknya.
Adelle Jewellery Koleksi perhiasan dari Adelle Jewellery
Owner Adelle Jewellery, Michael Surya, mengatakan bahwa perhiasan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap penampilan, melainkan sebagai karya seni yang memiliki cerita dan identitas budaya yang kuat.
Menurutnya, kolaborasi bersama Heri Dono menjadi langkah awal untuk membawa budaya Indonesia ke panggung internasional melalui bahasa desain yang universal.
"Kami ingin menghadirkan sebuah karya seni yang dapat dipakai, diwariskan, sekaligus membawa cerita Indonesia kepada dunia. Tantangannya adalah menerjemahkan karakter visual Heri Dono yang sangat kuat ke dalam bentuk yang tetap elegan, fungsional, dan relevan bagi perempuan maupun laki-laki," kata Michael Surya, di acara yang sama.
Sementara itu, General Manager G3N Project Andry Ismaya Permadi menilai, kolaborasi lintas disiplin seperti ini menjadi masa depan ekosistem seni Indonesia.
Menurutnya, seni tidak lagi hidup di ruang galeri semata, melainkan harus mampu berdialog dengan industri kreatif lain agar dapat menjangkau publik yang lebih luas tanpa kehilangan kedalaman gagasannya.
"Seni memiliki kemampuan untuk menghubungkan disiplin yang berbeda dan menciptakan nilai kebaruan. Ketika seniman, brand, dan ekosistem kreatif bekerja bersama, yang lahir bukan hanya sebuah produk, tetapi sebuah warisan budaya yang relevan dengan zaman," ujar Andry.
Artikel Terkait

Tom Cruise hingga IShowSpeed Bakal Meriahkan Laga Final Piala Dunia 2026
Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol tidak hanya akan menyuguhkan pertandingan sepak2026-07-29
Gagal Ikut Ujian Skripsi, Mahasiswi UNG Laporkan Ketua Jurusan ke Ombudsman
Mahasiswi bernama Syarifah Aslamiyah di Universitas Negeri Gorontalo melaporkan Ketua Jurusan Ilmu2026-07-29
Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi
Rumah Sakit Dijaga Ketat dan Akses DibatasiPantauan di lapangan menunjukkan suasana RSUD Caruban yan2026-07-29
Mendes Tegaskan Pendapatan KDKMP Akan Dikembalikan 80% buat Warga Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal Yandri Susanto menargetkan pengelolaan Koperasi Desa Kelura2026-07-29
Kasus ledakan bom rakitan oleh seorang siswa MAN 3 Kota Padang membuka kotak pandora mengenai rapuhn2026-07-29
Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
Ia menjelaskan, apabila tindak kekerasan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka berat, pelaku2026-07-29

Komentar Terbaru