164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Seskab: Semua Anak Berhak Bermimpi

Istana kembali menjadi ruang belajar yang terbuka bagi anak-anak Indonesia dalam program 'Istana Untuk Anak Sekolah'. Kali ini, sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia berkunjung untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus mempelajari sejarah bangsa.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa para peserta yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
"Pagi ini, Istana kembali membuka pintunya untuk anak-anak Indonesia. Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia hadir dalam program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Dengan penuh semangat, adik-adik penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa datang untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta dan sejarah bangsa," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, Kamis .
Menurut Teddy, para siswa hadir membawa cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, serta tekad yang kuat untuk terus menimba ilmu. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk bermimpi dan berjuang meraih masa depan.
"Mereka hadir dengan cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan meraih masa depan. Hari ini menjadi pengingat bahwa semangat, tekad, dan cita-cita tidak pernah mengenal batas," tutur Seskab Teddy.
Lebih lanjut, Teddy berharap kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta dapat menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
"Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang membekas dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa," ungkapnya.
Teddy pun menegaskan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berharap langkah kecil yang dimulai melalui program tersebut dapat menjadi awal lahirnya generasi muda Indonesia yang mampu menciptakan karya-karya besar dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.
"Karena disabilitas bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Siapa tahu, kelak dari langkah-langkah kecil hari ini akan lahir karya-karya besar yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," ujarnya.
Simak juga Video 'Fasilitas TKA untuk Siswa Disabilitas Masih Jadi Evaluasi':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Diawali Curiga Istri
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau sese2026-07-29
Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan Selesai, Lalin Arah Gambir Normal Lagi
Demonstrasi mahasiswa dari BEM Universitas Negeri Jakarta di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, J2026-07-29
Merchandise Unik dari RBR 2026: Boneka Gajah Nona Seroja dan Bibit Pohon
Dalam penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run tahun ini, ada yang unik. Tak hanya pulang membawa medal2026-07-29
Kortas Tipikor Sita Aset Rp 14,4 M di Kasus Korupsi Modal Proyek Batu Bara
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus2026-07-29
Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup
dok.Carscoops VolkswagenVolkswagen saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari penurunan laba,2026-07-29


Komentar Terbaru