Prabowo: RI Dapat Penghargaan Digitalisasi Pendidikan, Kita Diakui Dunia

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan inovasi digitalisasi pendidikan Indonesia memperoleh penghargaan dari International Telecommunication Union , salah satu badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan menempatkan Indonesia di peringkat pertama dari 122 negara dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan. Menurutnya, hal itu bukti bahwa digitalisasi pendidikan Indonesia semakin diakui dunia.
"Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita, Indonesia, dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan," kata Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin .
Adapun pengakuan yang dimaksud Prabowo adalah penghargaan World Summit on the Information Society Prizes yang diselenggarakan pada 9 Juli 2026. Indonesia, yang diwakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah , menjadi juara pertama pada kategori e-government melalui program Rumah Pendidikan.
Rumah Pendidikan merupakan aplikasi yang menyediakan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform. Melalui aplikasi tersebut, siswa dapat mengakses materi pembelajaran, sementara tenaga pengajar dapat bertukar pikiran dan berbagi gagasan dengan sesama pendidik.
Prabowo mengatakan aplikasi tersebut sangat membantu siswa dalam mengakses 4.843 materi pembelajaran gratis serta mendukung tenaga pengajar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Saat ini, lanjutnya, aplikasi tersebut telah memiliki 6,9 juta pengguna.
"Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat," jelasnya.
Kendati demikian, Prabowo mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, perjalanan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional masih panjang.
Oleh karena itu, pemerintah akan terus berkomitmen mempercepat digitalisasi pendidikan agar masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar dapat mengakses pendidikan dengan kualitas terbaik.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester I 2027. Penambahan tersebut akan memungkinkan setiap sekolah memiliki tambahan tiga layar interaktif.
"Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik," ujarnya.
Artikel Terkait

Penjelasan Kortas Tipikor Terkait Kasus yang Jerat Febrie Adriansyah
Kortas Tipikor Polri menjelaskan perkara dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel dilimp2026-07-29
China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS
China menyatakan ambisinya untuk mengambil peran lebih besar dalam mengatur tata kelola kecerdasan b2026-07-29
Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025
Pimpinan hingga anggota Komisi IX DPR RI mengkritisi opini wajar tanpa pengecualian yang diraih Bad2026-07-29
Indonesia Tambah 3 Negara Bebas Visa Kunjungan, Apa Saja?
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Kementerian Imigrasi baru2026-07-29



Komentar Terbaru