Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons kemunculan dugaan aliran sesat yang belakangan ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Aliran yang diduga disebarkan oleh seorang wanita berinisial D tersebut kini tengah dalam penanganan serius oleh para tokoh agama dan aparat berwenang.
Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut di lapangan.
"MUI Kecamatan Kroya sudah turun. Rencananya, hari Senin akan ada pertemuan dengan Ibu D yang akan difasilitasi langsung oleh Kantor Urusan Agama (KUA)," ujar KH Ahmad Syaerozi Bilal saat ditemui Kompas.com, Minggu (19/7/2026).
Pihak MUI sendiri menyatakan keraguannya terhadap ajaran tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, sosok yang diduga sebagai penyebar aliran tersebut bahkan belum memiliki pemahaman dasar agama yang mumpuni.
"Apakah itu memang benar-benar ajaran sesat? Menurut informasi, membaca Al Quran biasa saja masih bleta-bleta (terbata-bata), masih belum benar. Jadi kalau, menurut saya, yang sudah-sudah jangan diteruskan. Segera ditaubatkan saja agar kembali sesuai dengan ajaran agama Islam," tegasnya.
Menilik awal mula penyebarannya, menurut Bilal, aliran ini diduga kuat menggunakan kedok pengobatan alternatif untuk menarik pengikut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh MUI, kejadian bermula saat ada warga yang sakit-sakitan diajak berobat ke tempat wanita tersebut.
Bukannya mendapat penanganan medis, pasien justru dilarang untuk pergi ke dokter. Lewat ajarannya, orang yang sedang sakit cukup bersilaturahmi dan bersedekah.
Tak hanya itu, dari beberapa pengakuan orang yang pernah menjadi pengikutnya juga menyebut bahwa aliran tersebut mengabaikan pelaksanaan shalat lima waktu.
"Diarahkan supaya tidak usah berobat ke dokter. Cukup silaturahmi, kemudian sedekah. Akhirnya, aliran ini menyebar. Masing-masing kelompok itu berkeliling silaturahmi terus mengajak teman-temannya untuk bergabung," jelas pihak MUI.
KH Ahmad Syaerozi Bilal tidak menampik bahwa pergerakan kelompok ini dinilai cukup masif.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa dugaan aliran ini sudah mulai melebar ke beberapa wilayah kecamatan lain di Indramayu, seperti Sukra, Anjatan hingga Kandanghaur.
Guna mencegah penyebaran yang semakin luas dan menghindari keresahan di masyarakat, MUI telah berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian.
"Kami sudah menelepon Kasat Intel supaya menindaklanjuti hal ini, agar supaya cepat selesai. Takutnya ini barang-barang yang tidak jelas, akhirnya telanjur dipercaya oleh golongan-golongan tertentu," paparnya.
Pada kesempatan tersebut, MUI juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat Indramayu agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran baru yang tidak jelas asal-usulnya.
"Kembalilah kepada Al-Quran. Bertanyalah kepada ahlinya, ulama atau ustaz, apabila belum tahu tentang seluk-beluk suatu aliran sehingga tidak terjebak dalam kesesatan," pungkasnya.
Artikel Terkait

10 Tahun Kudeta Turki, Ketika Demokrasi Berubah Arah
Sore itu, 15 Juli 2016. Hari musim panas yang hangat hampir berakhir. Banyak orang menghabiskan mala2026-09-12
Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal
Perbaikan Selesai dalam Kurang dari Tiga JamSetelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, Tim Tekn2026-09-12
Kepala BRIN Dapat Tugas Gunakan Teknologi Cari Sumber Air
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mendapat tugas dari Presiden RI Prabowo S2026-09-12
Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
Militer Filipina dan China kembali terlibat bentrokan di perairan Laut China Selatan yang menjadi se2026-09-12
Viral Kepala SPPG di Lampung Pamer Tumpukan Uang, KPPG Minta Klarifikasi
Viral di media sosial foto memperlihatkan kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi di Kabupaten Pesis2026-09-12


Komentar Terbaru