Prabowo Jelang 2 Tahun Pemerintahannya: Pekerjaan Kita Masih Banyak

Presiden Prabowo Subianto menekankan, pekerjaan dan perjuangan pemerintahannya masih banyak jelang dua tahun pemerintahannya.
Ia mengatakan, pemerintahan yang dipimpinnya akan terus bekerja keras dalam menjawab sejumlah tantangan di tengah ketidakpastian global.
"Masalahnya masih lebih banyak. Cita-cita kita lebih besar. Pekerjaan kita masih banyak. Perjalanan perjuangan kita masih jauh, tapi kita sudah melihat sekarang apa yang kita sudah capai," ujar Prabowo dalam taklimatnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).
Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo mengaku bangga dengan pencapaian pemerintahannya.
Salah satu yang dibanggakannya adalah keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan, bahkan mencapai kembali swasembada beras.
"Saya sudah sebut, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," ujar Prabowo.
Selain itu, Indonesia juga tengah memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Terbukti dari Indonesia yang menghasilkan B50, yakni solar dengan kandungan 50 persen berbasis kelapa sawit.
Lewat sejumlah pencapaian tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia jangan mudah ditakuti oleh tekanan-tekanan dan percaya pada kekuatan sendiri.
"Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini, pemimpinnya selalu ditakut-takuti. Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency, takut dengan itu," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa sektor kesehatan, air bersih, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga industri menjadi agenda pembangunan yang dijalankan pemerintahannya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh ragu menjalankan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Sebaliknya, Prabowo menyebut praktik-praktik yang merugikan negara seperti pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, penebagangan liar, penyelundupan, under-invoicing dan transfer pricing sebagai hal yang harus diberantas.
"Jadi jangan ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang rasional," tegas Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan di Indonesia merupakan hasil estafet kepemimpinan nasional dari para presiden sebelumnya.
Menurutnya, tugas pemerintah saat ini adalah melanjutkan, membangun, dan menyempurnakan fondasi yang telah ada.
"Saya selalu mengakui ini adalah long march semua dari Bung Karno, dari Soeharto, Megawati, Gus Dur, Jokowi, semua hasil dari kerja keras pemerintah kita. Tugas kita, kita bangun kita perbaiki," ujar Prabowo.
Artikel Terkait

Identitas 8 Korban Bentrok antar Warga di Adonara Flores Timur
Lima Warga TerlukaSelain korban meninggal, bentrokan tersebut juga mengakibatkan lima warga lainnya2026-09-12
Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
Pemerintahan Trump melaksanakan rencananya mengganti panel-panel di situs President's House di Phila2026-09-12
Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan
Dia menyampaikan, air bersih sudah minim sejak sebulan terakhir, tapi belakangan ini makin parah. Ak2026-09-12
DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
Ketua Pansus Reforma Agraria dan PTSL DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengatakan, penyerahan sertif2026-09-12
Mendagri Heran Masih Ada Bupati Terjerat Korupsi Padahal Sudah Retret
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian heran masih ada kepala daerah terjerat kasus korupsi padahal su2026-09-12
KPK Usul Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD, Ini Tujuannya
KPK mendorong pemisahan rekening dana Otonomi Khusus Papua dari rekening APBD untuk memperkuat tran2026-09-12

Komentar Terbaru