10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli

Hampir 10 tahun warga di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, harus hidup berdampingan dengan jembatan yang tak kunjung selesai dibangun.
Pelajar pun terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil untuk pergi ke sekolah.
Harapan baru akhirnya muncul setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Jembatan Way Bunut, Rabu (15/7/2026). Ia memastikan jembatan darurat yang saat ini tengah dibangun akan rampung pada akhir Juli 2026 sehingga dapat dilintasi kendaraan roda dua.
"Dua minggu lagi jadi. Jembatan daruratnya dua minggu lagi selesai. Akhir Juli selesai, paling tidak motor sudah bisa lewat dulu," kata Gibran, Rabu (15/7/2026).
Jembatan Way Bunut diketahui mangkrak sejak 2016. Kondisinya sempat menjadi sorotan nasional setelah video pelajar yang harus menyeberangi sungai menggunakan perahu viral di media sosial pada awal 2026.
Akibat belum adanya akses penghubung yang memadai, aktivitas warga di dua wilayah yang dipisahkan Sungai Way Bunut pun terganggu. Tak hanya pelajar, masyarakat juga harus menggunakan perahu untuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Gibran, pembangunan jembatan permanen juga akan segera dilakukan. Namun, ia menegaskan proyek tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama dalam penyelesaian persoalan teknis dan pembebasan lahan.
"Jembatan permanennya juga akan segera dibangun. Tapi pembangunan itu butuh sinergi dengan kepala daerah. Urusan teknis, nonteknis, pembebasan lahan, daerah harus proaktif," ujarnya.
Ia meminta persoalan infrastruktur tidak dijadikan ajang saling menyalahkan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.
"Saya kira tidak perlu lempar-lemparan tanggung jawab, apakah provinsi atau daerah. Nanti kita rembug bareng," tegasnya.
Dalam kunjungannya, Gibran mengaku prihatin melihat anak-anak yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk berangkat ke sekolah.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim hujan.
"Kasihan sekali anak-anak yang mau sekolah harus menyeberang pakai perahu. Itu bahaya sekali kalau musim hujan. Tapi tenang, akhir Juli nanti sudah bisa dilewati motor, jadi anak-anak tidak perlu lagi menyeberang pakai perahu," katanya.
Sebelumnya, persoalan Jembatan Way Bunut juga telah mendapat perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menginstruksikan percepatan penanganan akses penghubung tersebut setelah kondisinya menjadi sorotan publik.
Rampungnya jembatan darurat pada akhir Juli diharapkan menjadi solusi sementara bagi ribuan warga yang selama hampir satu dekade harus bergantung pada perahu untuk beraktivitas sehari-hari sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
Artikel Terkait

Cegah Calo, Pendaftaran Magang Nasional 2026 Pakai Verifikasi Biometrik
Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan sistem biometrik dalam pendaftaran program magang nasional.2026-07-29
Pemerasan Bupati Sukoharjo Diduga 'Tradisi' Suami, KPK: Modusnya Copy Paste
KPK mengusut dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo era suami Bupati Sukoharj2026-07-29
Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
Pencarian Yanto Idorway, korban hilang di Air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Ar2026-07-29
Polda Metro Apresiasi Loyalitas Tanpa Batas Purnawirawan Polri
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono menyematkan tanda penghargaan Satyalancana Tridha2026-07-29
Tragedi Gempa M 9,2 yang Picu Tsunami hingga Bikin Seluruh Dunia Bergetar
Gempa bumi dahsyat yang menghantam Alaska pada 1964 merupakan salah satu bencana paling mengerikan d2026-07-29


Komentar Terbaru