Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang Diperluas hingga 448 Mil Laut Persegi

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas pencarian korban Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Diketahui, dari total 78 penumpang KM Nurul Salsa, sebanyak 25 orang dilaporkan hilang sejak insiden pada Rabu (15/7/2026). Sementara penumpang yang berhasil dievakuasi sebanyak 52 orang dan 1 orang ditemukan meninggal dunia.
"Kami kembali memperluas area pencarian menjadi 448 mil laut (nautical mile/MN) persegi. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara maksimal dengan membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari Antara.
Pencarian Dibagi Dua SRU
Pencarian hari keempat ini dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 NM persegi di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
Sementara SRU 2 menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua dengan luas 308 NM persegi, mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
"Kami juga terus memperhitungkan faktor cuaca, arah angin, dan arus laut sebagai dasar penentuan area pencarian," kata Arif.
Dapat Tambahan Armada dan Personel
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan menambahkan, pada operasi SAR hari keempat, Basarnas mendapat tambahan dukungan armada dan personel dari Kantor Basarnas Kendari serta Maumere.
Tambahan kekuatan, yakni KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari dengan jumlah personel 28 orang, serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere yang membawa 15 orang personel.
Kedua kapal SAR tersebut dikerahkan untuk memperkuat unsur laut dalam operasi pencarian 25 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Dukungan dua kantor Basarnas tersebut merupakan bentuk sinergi nasional dalam mempercepat proses pencarian.
"Dukungan ini akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam melakukan penyisiran di wilayah pencarian yang cukup luas. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi, terutama mempertimbangkan dinamika arus laut, arah angin, dan kondisi cuaca di Perairan Selayar," terangnya.
Selain itu, evaluasi terus dilakukan terhadap pola pencarian berdasarkan data pergerakan arus dan kondisi meteorologi.
Dari laporan pencarian Sabtu ini, tim SAR gabungan masih menyatakan nihil. Rencananya, pencarian dilanjutkan Minggu (19/7/2026) pagi dengan menyisir di pulau kosong tak berpenghuni di sekitar wilayah Pulau Sabalana.
Artikel Terkait

Laporan Amplop Menhut Selesai, KPK Lanjut Dalami Kaitan ke Bupati Kuansing
Meski pemberian amplop berisi uang yang dilaporkan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sudah2026-09-12
Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi
Edwin mengaku heran lantaran kasus serupa masih saja terjadi. Padahal, Pelni telah menyediakan berba2026-09-12
Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri mengusut kasus korupsi pemodalan proyek batu bara y2026-09-12
Roy Suryo Dilaporkan ke Polres Jaksel soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
Roy Suryo kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini, ia dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan2026-09-12
Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 Persen
TANIMBAR, KOMPAS.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Proyek Abadi LNG Blok2026-09-12


Komentar Terbaru